Carl Tanzler Yang Mencintai Mayat

Carl Tanzler yang juga dikenal sebagai Pangeran Carl von Cosel adalah  seorang ahli Radiologi Amerika dari Jerman yang terobsesi dengan salah satu pasien mudanya yang bernama Elena Miagro yang biasa dipanggil “Helen” de Hoyos . Pada saat  itu tuberkulosis  sedang mewabah dan itu adalah penyakit yang paling ditakuti karena dapat mengambil kehidupan banyak orang.

Pekerjaan Tanzler ini mengharuskan dia berkontak langsung dengan para penderita TB yang pada akhirnya ia bertemu dengan Elena. Ia langsung jatuh cinta pada saat pertama kali melihat Elena karena ia mirip dengan penampakan wanita yang ia selalu lihat dalam mimpinya.

Pada tahun 1926 Hoyos pernah menikah dengan Luis Mesa dan akhirnya ia mengandung anak Mesa tapi kemudian Hoyos keguguran dan Mesa meninggalkannya kemudian pindah ke Florida. Tragedi ini kemudian diikuti dengan tragedi lainnya yang menyerang  beberapa anggota keluarganya mereka semua terserang penyakit TB  yang sangat ditakuti dan akhirnya menular pada Hoyos.

Hoyos akhirnya melakukan perawatan dengan Tanzler yang segera mengenalinya sebagai wanitanya dan ia berusaha menyelamatkannya. Tanzler tidak dapat menyembunyikan cintanya kepada dirinya ia kemudian membelikan perhiasan dan pakaian kepada Hoyos dan Tanzler juga menyatakan cintanya walaupun pada akhirnya Hoyos meninggal.

Tanzler ( tidak meminta pendapat dari keluarga Hoyos) membayar untuk membuat pemakaman dan ereksi makam di atas tanah untuk Elena tercintanya dan Tanzler menjadi sangat akrab dengan Elena. Setiap malam ketika ia selesai bekerja Tanzler akan langsung mengunjungi makam Elena tetapi bukan sekedar meletakkan bunga terkadang dirinya juga tidur di samping mayat nya.

Setelah enam bulan melakukan ritual aneh ini dia memutuskan untuk pergi satu langkah lebih jauh dengan mencuri tubuh Elena dari Makam dan membawanya ke rumahnya. Kisah Tanzler ini memang terdengar cukup aneh akan tetapi Hoyos juga menderita dalam kematiannya.

Tanzler kemudian merubah tubuh Hoyos yang terburai dan menggabungkan kembali tulang-tulang yang terputus dengan menggunakan kawat piano dan tubuhnya diubah menjadi sebuah boneka. Dia juga menghancurkan kulitnya yang kemudian menggantinya dengan lapisan sutra yang telah direndam dalam lilin. Rambutnya yang jatuh keluar ia buat dari wig yang diberikan oleh ibunya pada saat pemakaman.Ia memakaikan pakaian padanya dan menyemprotnya dengan parfum agar menyamarkan bau busuknya.

Dia menghabiskan hari dan malamnya di tempat tidurnya bersama dengan mayat dan pergi dengan hal yang lebih gila dengan menambahkan sebuah tabung ke dalam vaginanya agar dia bisa berhubungan seks dengannya. Hal mengerikan ini akhirnnya baru diketahui selama sembilan tahun lamanya, Saudara Hoyos mendengar desas-desus bahwa mayat kakaknya telah di bawa oleh dokter ke rumahnya.

Tanzler akhirnya ditangkap dan keadaan psikologisnya diperiksa dan ia harus diadili dan didakwa dengan tuduhan menghancurkan kuburan dan mengubah tubuh tanpa otorisasi. Tubuh Elena Hoyos ini kemudian dipamerkan di rumah pemakaman lokal karena ini dianggap sebagai kejadian aneh.

Tanzler kemudian pindah dan menulis otobiografi yang muncul di majalah fantasy ” petualangan fantastis.” ia tidak terpengaruh oleh penangkapannya sebelumnya, ia menciptakan kembali patung Elena Hoyos yang baru dari topeng kematian Nya. Patung ini baru ditemukan di rumahnya ketika Tanzler meninggal. Beberapa laporan mengklaim bahwa tubuh Elena dikembalikan kepadanya secara diam-diam dan mungkin saja patung itu adalah mayatnya.