Ulasan Arti Kaos “Ikeh” Yang Sempat Viral

Siapapun sekarang ini pasti sudah banyak yang mengenal yang namanya sosial media. Mulai dari anak kecil hingga yang tua sudah mengenal dengan baik tentang sosial media. Hayo pasti diantara pembaca sekalian ada yang suka mengabadikan apapun itu ke sosial media kan?

Sekarang ini sosial media telah menjadi ajang untuk mengabadikan apapun yang terjadi disekitar mereka, mulai dari hal yang kecil hingga yang besar. Walaupun sumber aslinya sudah dihilangkan, akan tetapi jika unggahan sudah menyebar maka tetap saja itu sudah dilihat.

Seperti yang belakangan ini terjadi, ada sebuah unggahan yang telah membuat warga Pontianak menjadi marah dan tidak hanya para warga yang resah akan tetapi para netizen dari dunia maya juga menjadi kesal. Kejadiannnya adalah ada sekelompok anak remaja yang menamakan kelompok mereka sebagai kids zaman now, mereka selalu mengunjungi Car Free Day yang rutin digelar oleh Pemerintah Pontianak di hari Minggu.

Sebenarnya kalau hanya mengunjungi Car Free Day pada hari minggu itu gak salah, yang salah itu baju yang mereka pakai yang membuat orang disekitar menjadi risih melihatnya. Ini dikarenakan baju yang mereka pakai bertuliskan “ikeh” serta adanya gambar dewasa yang menunjukkan sedang melakukan hubungan intim. Jadi gimana menurut kalian, apakah kalian akan marah atau kalian setuju dengan baju yang mereka pakai?

Nah, sebelum kalian menjawabnya sebaiknya kalian pahami dahulu apa makna dari tulisan dan gambar tersebut.

*Makna Dari Kata “Ikeh”

Bukanlah hal baru lagi kalau dalam kelompok para remaja terdapat satu barang yang menunjukkan kalau mereka adalah satu kelompok. Seperti para Genk Cinta yang terkenal dengan kotak makan yang sama dan Genk The Tarix Jabrix dengan motor bututnya jaman dahulu. Nah, kelompok genk remaja asal Pontianak ini ternyata gak mau kalah dan mereka akhirnya sepakat membuat kaos yang sama yang akan mereka pakai pada hari minggu untuk menonton Car Free Day.

Tapi sayangnya kaos yang mereka pakai malah menjadi masalah yang pada akhirnya membuat mereka tercyduk oleh para aparat keamanan yang ada disana. Mereka akhirnya diperiksa dan ditanyai apa arti dari kata “ikeh” dan gambar yang ada pada kaosnya, tapi entah mereka berbohong atau tidak mereka hanya menjawab tidak tahu.

Kalau kita menjelajahi lebih dalam, kata dari “ikeh” biasanya memiliki kelanjutan yaitu kimochi. Jika dicari dalam kamus bahasa Jepang, kimochi berarti sebuah rasa yang nikmat atau kenikmatan. Sedangkan ikeh sendiri merupakan kata turunan dari iku yang berarti semangat/ayo/terus. Jadi, jika semuanya disambungkan maka itu berarti terus nikmat. Apa yang ada dalam pikiran kalian saat mengetahui arti dari kalimat tersebut? Yah, ini adalah kata-kata yang biasa dipakai ketika sedang melakukan hubungan intim. Weleh-weleh pantas saja kalian kena ciduk dek.

*Ternyata Saran Ini Didapat Dari Penjahitnya Sendiri*

Baru diketahui bahwa salah satu dari kelompok mereka ada yang mengatakan kalau ternyata mereka meletakkan kata “ikeh” dan gambar 69 di kaosnya setelah mendapat saran dari penjahit konveksi. Mereka memang mengaku kalau sama sekali tidak tahu maksud dari kata dan gambar tersebut ( yaelah ternyata masih polos banget guys). Pada awalnya ia hanya berpesan kepada penjahitnya untuk membuat sesuatu yang lain dari pada yang lain dan mereka hanya menerima hasilnya saja.

Nah guys, harus selalu kalian ingat ya sesuatu yang berbeda tidaklah baik. Dalam kasus ini, yang akan mereka dapat bukanlah rasa bangga melainkan penyesalan. Harga Rp. 60.000 yang dikeluarkan tidak sebanding dengan sesal dan malu yang ditanggung oleh sekelompok remaja ini. Jadi lain kali lebih berhati-hatilah saat kalian melakukan sesuatu jangan sampai merugikan diri sendiri lagi.

*Rasa Kecewa Dari Orang Tua Di Unggah Ke Facebook*

Rasa sesal yang begitu dalam dialami oleh salah satu anak dari kelompok tersebut bahkan ia sampai menangis ketika meminta maaf kepada ayahnya dan ini membuat hati sang ayah menjadi tergerak. Lalu sang ayah berinisiatif untuk mengunggah permintaan maafnya kepada publik, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Diunggah di akun facebook milik Gusti Muhammad Iqbal, ia menyatakan beberapa hal selain permintaan maaf.

Gusti juga menyampaikan bahwa ini juga merupakan kelalaiannya dalam menjaga anaknya sampai-sampai membuat sesuatu yang viral dan membuat geger warga sekitarnya. Tujuannya mengunggah video tersebut agar para orang tua tidak lagi kecolongan atas perbuatan anak-anaknya. Keviralan kasus ini juga menurutnya sudah cukup membuat anak-anak terpukul dan menjadi pembelajaran bagi mereka.

*Tanggapan Seorang Aktivis Wanita atas Kaos Ikeh 69*

Seorang aktivis wanita di Pontianak bernama Devi Tiomana dari Yayasan Nanda Dian Nusantara menyatakan dirinya sangat prihatin dengan apa yang terjadi. Apalagi kasus ini muncul setelah pemilik situs nikahsirri.com baru-baru ini diciduk Polda Metro Jaya. Ia mengutarakan pendapatnya sambil sesekali mengelus dada. Devi menganalisis, kasus kejahatan seksual di Indonesia sekarang terus meningkat, tidak hanya fenomena kaos ikeh 69 dan situs nikahsirri.com, tapi problema lawas seperti KDRT juga masih banyak terjadi.

Miris banget ya guys mereka yang memang masih polos malah diracuni dengan hal-hal yang tidak sepantasnya. Apa jadinya nanti jika ini dibiarkan? Sekali lagi berhati-hatilah guys jangan sampai salah langkah. WASPADALAH!!!