Kisah Mengerikan Di Balik Indahnya Negara Jepang

Sejak negara ini pertama kali muncul, beberapa tempat telah memiliki keindahan tersendiri dengan warna-warni yang dimilikinya dan ada juga berbagai cerita menarik tentang negara Jepang ini. Hampir semua orang pernah mendengar tentang kejadian bagaimana serangan-serangan dari negara Mongol digagalkan oleh tsunami dan masih ada banyak hal lainnya yang aneh dan mengejutkan dalam sejarah Jepang yang ternyata masih belum kita ketahui, oleh karena itu kami telah menyediakan beberapa daftar yang mengerikan tentang negara Jepang ini.

*Makan Daging Menjadi Ilegal Di Jepang*

Larangan ini telah dimulai sejak pertengahan abad ketujuh, pemerintah Jepanglah yang telah membuat larangan memakan daging dan ini sudah berlangsung selama lebih dari 1.200 tahun. Mungkin ini dipengaruhi oleh ajaran Buddha yang melarang ryori Kaisar Tenmu yang kemudian mengeluarkan 675 dekrit atau perintah yang melarang untuk tidak memakan daging sapi, monyet dan hewan domestik, bagi yang melanggar akan dikenakan hukuman mati.

*Kabuki Diciptakan oleh wanita*

Kabuki adalah salah satu ikon budaya yang paling terkenal di Jepang dan ini adalah teater tari, di mana karakter laki-laki dan perempuan secara eksklusif dimainkan oleh laki-laki. Pada awalnya Kabuki dimainkan oleh wanita. Pendiri Kabuki adalah Izumo bukan Okuni.

Kabuki sangat populer dan bahkan tarian ini sampai diundang oleh daimyo (“tuan feudal”) untuk melakukan pertunjukan pribadi di Istana mereka. Semua orang menikmatinya, tapi dalam bentuk pencabulan sampai pada akhirnya pemerintah tidak berkenan. Pada tahun 1629, terjadi kerusuhan saat pertunjukkan Kabuki di Kyoto dan akhirnya para penari perempuan di larang untuk tampil di panggung sehingga digantikan oleh para laki-laki sampai saat ini.

*Pedang Samurai Yang Diuji Dengan Membunuh Para Pejalan Kaki*

Di abad pertengahan, samurai tidak akan diakui jika tidak dapat secara langsung memotong tubuh lawan dan akhirnya itu menjadi penting bagi seorang pemegang samurai untuk mengetahui tentang kualitas senjatanya dan setiap pedang baru yang ia punya harus diuji sebelum ia membawanya ke pertempuran.

Samurai biasanya dipraktekkan dengan membuat luka di tubuh penjahat dan mayat-mayat. Tapi ada juga metode lain yang disebut tsujigiri (“membunuh di persimpangan jalan”) yaitu dengan membunuh seseorang yang berjalan di persimpangan jalan pada malam hari.

*Tentara Jepang Memotong Telinga dan Hidung Musuhnya Untuk Dijadikan Piala*

Di bawah pemimpin Toyotomi Hideyoshi yang menjadi legendaris Jepang telah berhasil menginvasi Korea dua kali yaitu pada tahun 1592 dan 1598. Walaupun Jepang akhirnya memundurkan pasukannya, tapi invasi yang sangat brutal telah terjadi dengan menewaskan sebanyak satu juta orang Korea.

Pada waktu itu, prajurit Jepang mengambil kepala musuh-musuh mereka untuk dijadikan Piala perang sudah menjadi hal biasa bagi mereka, akan tetapi pengiriman begitu banyak kepala saat kembali ke Jepang akan menjadi sulit jadi para prajurit  hanya mengambil telinga dan hidung sebagai gantinya.

Setelah kembali di Jepang, monumen telah diatur untuk menempatkan Piala mengerikan yang dikenal sebagai ” makam telinga” dan “makam hidung.” Satu makam tersebut berada di Kyoto Mimizuka yang berisikan ribuan piala dan lainnya berada di Okayama yang memiliki 20.000 hidung yang kemudian dikembalikan ke Korea pada tahun 1992.

*Menebus Pilot Yang Terbunuh*

Pada Oktober 1944, Laksamana Madya Takijiro Onishi percaya bahwa satu-satunya cara bagi Jepang untuk memenangkan perang dunia II adalah melalui operasi kamikaze atau serangan bunuh diri, di mana pilot Jepang akan membuat kecelakaan pesawat dengan para sekutu.

Onishi berharap bahwa serangan ini akan membuat shock orang Amerika Serikat, sehingga mereka akan menyerah pada perang. Ia kemudian merasa begitu putus asa karena pada kenyataannya bahwa mereka mengatakan tidak bersedia untuk menyerah meskipun Jepang telah mengorbankan  20 juta nyawa untuk menang.

Setelah mendengar Kaisar Hirohito menyerah pada Agustus 1945, Onishi menjadi bingung dengan ribuan pilot yang telah melakukan kamikaze. Dia berpikir bahwa penebusan yang layak untuk dirinya adalah bunuh diri dan dia telah berkomitmen dengan seppuku pada 16 Agustus. Dalam catatannya bunuh dirinya, ia meminta maaf kepada “jiwa mereka yang telah mati dan keluarga mereka yang berduka” dan memohon untuk orang-orang muda dari Jepang untuk bekerja menuju perdamaian dunia.