Jenis-Jenis Obesitas yang Perlu Anda Ketahui

Masalah berat badan masih menjadi maslah yang paling banyak terjadi dan dikeluhkan di masyarakat. Entah itu kekurangan berat badan maupun kelebihan berat badan, kedua-duanya sama-sama meresahkan. Fakta menyebutkan bahwa kelebihan berat badan lebih merugikan dan lebih banyak menelan korban jiwa dibandingkan dengan masalah kekurangan berat badan.

Teman saya dahulu pernah mengatakan bahwa dia sedang sakit dan sedang dalam proses penyembuhan padahal saya lihat, dia dalam keadaan bugar. Dia kemudian menjawab bahwa orang yang memiliki berat badan di atas normal seperti dirinya adalah orang yang sedang sakit.

Seperti itulah gambaran mengenai kelebihan berat badan atau disebut juga dengan obesitas. Saya rasa, semua orang sebaiknya mempunyai kesadaran seperti teman saya ini. Fakta pun membuktikan bahwa orang yang obesitas memiliki risiko terserang penyakit berbahaya lebih besar seperti penyakit jantung dan diabetes. Obesitas sendiri dikategorikan dalam berbagai jenis. Anda mungkin tidak menyangka bahwa Anda salah satu penderitanya. Berikut kami hadirkan informasi mengenai jenis-jenis obesitas.

Jenis Obesitas Berdasarkan Distribusi Lemak Dalam Tubuh

Pertama, obesitas bisa dibedakan dengan melihat penyebaran atau distibusi lemak di dalam tubuh. Jenis obesitas yang berdasarkan distribusi lemak dalam tubuh ini terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut:

  1. Tipe Andorid (Buah Apel)

Dilihat dari namanya, tipe pertama ini pasti terdengar lucu di telinga Anda. Tipe obesitas pertama ini dikatakan sebagai tipe buah apel bukan dibuat tanpa alasan. Pasalnya, orang yang menderita obesitas tipe ini akan mempunyai bentuk tubuh menyerupai bentuk dari buah apel. Hal ini disebabkan berkembangnya lemak lebih banyak di bagian seperti dada, pundak, leher dan muka. Kondisi ini paling banyak dan sering terjadi pada pria maupun wanita yang sudah menopause.

Para penderita obesitas tipe android (buah apel) ini dinyatakan memiliki potensi risiko lebih tinggi terhadap berbagai penyakit yang berhubungan dengan metabolisme lemak dan glukosa seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, hipertensi. Hal ini disebabkan oleh timbunan lemak yang terjadi merupakan lemak jenuh yang sangat mengancam kesehatan.

Upaya penurunan berat berat badan atau pun upaya mencegah obesitas untuk tipe ini dapat dilakukan dengan cara berolahraga yang tepat dan teratur serta melakukan diet secara benar. Ingat, diet tidaklah selalu berlapar-lapar seharian dan mengonsumsi obat-obatan tak karuan. Ketahuilah lebih banyak mengenai diet sebelum Anda memutuskan untuk melakukannya.

  1. Tipe Ginoid (Buah Pir)

Tipe kedua ini sebenarnya adalah kebalikan daripada ripe pertama tadi. Pada tipe ginoid ini, penumpukan lemak akan terjadi di bagian bawah badan seperti perut, pinggul, paha dan pantat. Obesitas tipe kedua ini pun lebih sering dialami oleh kaum wanita. Lemak yang menumpuk di baagian bawah ini merupakan lemak tak jenuh. Hal ini menyebabkan obesitas tipe kedua ini reatif lebih aman dibandingkan dengan tipe sebelumnya. Kekuranganna, lemak pada tipe ini sulit untuk dibakar dan menyebabkan penurunan berat badannya lebih sulit. Walaupun demikian, tetaplah lakukan usaha seperti rajin melakukan kegiatan fisik dan menjaga asupan makanannya.

Jenis-Jenis Obesitas Berdasarkan Faktor Penyebabnya

Kedua, obesitas itu juga bisa dikategorikan atau dibedakan berdasarkan faktor penyebabnya. Umumnya, penyebab utama seseorang menderita obesitas adalah karena makanan yang dikonsumsinya. Namun tentu saja, penyebab obesitas bukan hanya itu. Mengetahuinya lebih rinci akan membuat Anda lebih waspada untuk mencegah obesitas maupun mengatasinya. Simak informasinya berikut ini.

  1. Obesitas Makanan

Jenis obesitas berdasarkan faktor penyebabnya yang pertama ini adalah obesitas yang paling banyak terjadi. Dari namanya sudah bisa dipastikan bahwa obesitas yang satu ini didapat dari asupan makanan dan air yang berlebihan di dalam tubuh. Obesitas yang disebabkan oleh makanan dan minuman ini biasanya mendapat tumpukan lemak pada tubuh bagian atas yang menyebabkan penderitanya mengalami perut buncit. Tingkat kepercayaan diri Anda tentu akan berkurang drastis jika Anda mengalami jenis obesitas ini. Solusi untuk obesitas makanan adalah mengurangi jumlah asupan makanan dan gula sebaik mungkin. Jangan tinggalkan olahraga minimal 30 menit setiap harinya.

  1. Obesitas Kecemasan

Saya pernah membaca sebuah buku yang mengungkap mengenai rahasia sehat sepanjang hidup. Betapa terkejutnya saja ketika menemukan satu faktor dari segala penyakit yang diderita manusia ini sebenarnya hanya satu yaitu stress. Kemudian, jika Anda membaca banyak mengenai berbagai macam penyakit, hampir semuanya memiliki keterangan bahwa stress sebagai salah satu penyebabnya. Nah, begitu pula dengan obesitas ini. Bagi Anda yang ingin mencegah obesitas maupun mengatasinya maka mulailah belajar untuk mengontrol kecemasan dan tingkat stress Anda.

  1. Obesitas Gluten

Obesitas gluten adalah obesitas yang penimbunan lemaknya berada di bagian pinggul dan paha. Obesitas jenis ini lebih sering dialami oleh wanita terutama selama masa remaja, menopause atau saat mengalami ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Cara menghindarinya yang paling utama adalah menghindari duduk dengan waktu yang lama, olahraga secara teratur dan hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan akohol.

  1. Obesitas Aterogenik Metabolik

Apakah Anda mempunyai perut yang sangat besar? Maka kemungkinan besar Anda adalah penderita obesitas jenis ini. Perut yang sangat besar tersebut diakibatkan oleh seluruh lemak tubuh yang terakumulasi dalam perut. Obesitas jenis ini dapat menyebabkan permasalahan pada sistem pernapasan penderitanya.

  1. Obesitas Vena

Seperti halnya obesitas gluten, obesitas vena ini juga umumnya terjadi pada wanita selama kehamilan karena sirkulasi vena. Solusi tepat untuk menaangani obesitas jenis ini adalah dengan memperbanyak olahraga seperti jalan kaki atau naik tangga.

  1. Obesitas Kurang Gerak

Jika Anda hanya berada di depan komputer seharian, maka Anda perlu waspada. Pasalnya, obesitas dapat terjadi pula karena kurangnya aktivitas fisik. Anda dapat mencegah obesitas jenis ini dengan rutin melakukan olahraga ringan dan memperhatikan asupan makanan Anda.

Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis obesitas paling lengkap yang perlu Anda ketahui. Sekarang saya yakin bahwa Anda telah mengenali jenis obesitas apa yang sedang Anda alami. Dengan mengetahui mengenai jenis-jenis obesitas ini, maka saya harap Anda dapat menanganinya secara tepat. Jangan lupa untuk mengonsultasikannya juga dengan dokter pilihan Anda.