Gua Yang Dapat Mengambil Nyawa

Tidak ada hal yang lebih berbahaya daripada menjelajahi sebuah gua. Untuk pria dan wanita yang melakukan perjalanan ke dalam bumi mereka akan memiliki risiko yang luar biasa besar. Mereka akan terjebak dalam jalur yang sempit, melewati jurang yang curam dan melewati air yang sangat dingin oleh karena itu ini semua dapat menjadi permainan yang berbahaya bagi kehidupan mereka.

Pada hari yang baik orang-orang ini akan dihargai dengan pemandangan yang luar biasa karena tidak semua orang dapat melakukannya akan tetapi jika itu menjadi hari yang buruk maka itu akan menjadi bencana bagi diri mereka sendiri. Mereka akan terjebak dalam kegelapan di bawah permukaan dunia bahkan sampai tidak bisa ditemukan kembali.

The Mossdale Cavern Disaster

John Ogden dan lima teman-temannya terjebak di bagian kedalaman dari gua-gua Mossdale yang terdapat di Inggris pada tahun 1967 yang terjadi pada saat hujan mulai turun. Dalam waktu beberapa jam mereka telah merangkak melalui kegelapan dan terowongan yang berkelok-kelok dalam sebuah gua untuk menjelajahi bagian dari dunia yang tak seorang pun pernah melihat.

Pada saat hujan turun dengan derasnya arus sungai di luar Gunung menjadi semakin meningkat dan kemudian menjadi banjir sehingga mengakibatkan air lebih cepat masuk ke dalam gua melalui setiap jalur . Pada saat itu Ogden dan kelompoknya sedang merangkak melalui terowongan sempit dan bergegas ketika mendengar gemuruh air di belakang mereka.

Air kemudian masuk melewati  kaki mereka dan dengan cepat mendaki hingga ke leher mereka. Harapan mereka hanyalah pada sebuah celah kecil yang terdapat pada sebuah batu yang berada di atas mereka. Ogden memaksa dirinya untuk menarik kepalanya agar bisa  mencapai celah tersebut.

Ogden melirik sedikit kebawah dan melihat setiap terowongan telah diisi oleh air  dan ia juga melihat semua teman-temannya telah mati. Ogden sekarang sendirian dengan kepala di atas air dan terperangkap di celah yang sempit. Beberapa hari sebelum orang  menemukannya ia ternyata juga sudah meninggal,ia di temukan dengan posisi yang sama ia masih berjuang hingga nafas terakhirnya.

The Cave Beneath Poganica Bay

 

Pada tahun 2002 seorang penyelam menemukan tubuh M.K.’s di bagian bawah gua di Kroasia dengan kedalaman 54 meter (177 kaki) di bawah permukaan. Penyelam tersebut menemukan adanya pisau berukuran 30 cm (12 inci) yang tertancap pada dadanya.

Pada awalnya polisi menyelidiki ini sebagai kasus pembunuhan. Saat M.K  pergi menyelam dengan teman-temannya polisi mencurigai  bahwa salah satu dari mereka menusuknya dan membuangnya akan tetapi Forensik mengungkapkan kebenaran yang lebih kejam dari sebuah pembunuhan.

M.K telah tersesat di dalam sebuah gua yang terdapat dalam air dan ia mulai kehabisan oksigen. Dengan tidak ada udara yang tersisa ia akan tenggelam akan tetapi ia masih berusaha untuk berenang di antara celah batu untuk mencari udara tapi itu ternyata tidak berhasil.

Ia menyadari bahwa ia akan mati dan itu akan menjadi kematian yang sangat mengerikan dan menyakitkan. Rasa sakit  pada saat tenggelam itu terlalu berat untuk ditanggungnya sampai pada akhirnya M.K. menikam dadanya sendiri untuk menghindari penyiksaan yang lebih dalam.

Lost In Sterkfontein Caves

Peter Verhulsel dan teman-temannya pergi menyelam melalui gua-gua Sterkfontein di Afrika Selatan pada tahun 1984 dan ia mengabaikan pedoman keselamatan . Ada sebuah garis pembantas yang memang tidak boleh dilalui tapi Peter memiliki  rasa keingintahuan yang terus mendorong dia untuk mengeksplorasi dari jalan direncanakan. Ketika ia melewati pembatas itu teman-temannya tidak bisa menemukan Peter lagi.

Peter terus berenang melewati setiap terowongan dan ia baru menyadari bahwa ia tersesat. Ia terjebak sendirian di dalam sebuah gua dan tidak tahu bagaimana caranya untuk keluar bahkan dia juga telah kehabisan oksigen akhirnya keberuntungan berpihak kepadanya ia berhasil menemukan sebuah pulau kecil di ujung terowongan.

Dia naik dari air dan beristrirahat pada pulau kecil itu akan tetapi ia tidak memiliki cukup oksigen untuk menemukan jalan keluar dan satu-satunya harapan adalah menunggu penyelamatan. Peter menunggu selama berjam-jam sampai ia merasa lelah dan akhirnya jatuh tertidur.

Ketika ia terbangun masih belum ada bantuan yang datang. Dia duduk di dalam gua yang tidak memiliki apa-apa untuk dimakan dan ia juga tidak bisa melakukan apa-apa selain menunggu. Butuh waktu selalu enam minggu untuk menemukan Peter akan tetapi tubuhnya yang kelaparan telah menjadi tulang. Dia meninggalkan satu pesan terakhir untuk istri dan ibunya yang ia tulis di atas pasir: “Aku cinta padamu, darishahriza dan Ma.”